Metodologi

Pengukuran Keefektifan menyediakan suatu alat bagi Ashoka untuk memahami lebih baik perubahan yang dilakukan oleh para wirausahawan sosial -dengan bantuan Fellowship Ashoka- di masyarakat. Para wirausahawan sosial menciptakan perubahan kompleks di masyarakat, terkadang bekerja dari sudut-sudut yang berbeda serta di beberapa level untuk menyelesaikan suatu masalah. Pendekatan-pendekatan para wirausahawan sosial, yang bekerja di berbagai bidang dan menuju tujuan yang bervariasi, membuat sulit proses perekaan alat yang terstandardisasi untuk mengukur dampak.

1. Desain
Setiap Fellow Ashoka di suatu angkatan tertentu menerima kuisioner yang perlu dijawab secara pribadi. Sebagian anggota Fellowship dari bidang berbeda juga berpartisipasi pada wawancara mendalam.

2. Indikator Mutlak
Kuisioner pilihan ganda ini bergantung pada suatu rangkaian “indikator mutlak” yang berperan sebagai alat ukur keberhasilan Ashoka untuk memperkuat masyarakat madani dengan mendukung para wirausahawan sosial, ide mereka serta institusi mereka.

Apakah ide mereka tetap ada dan apakah idenya telah tersebar?
- Apakah Anda masih berkegiatan sesuai dengan visi awal Anda?
- Apakah orang lain telah mereplikasi ide awal Anda?
- Apakah Anda telah memberikan dampak pada kebijakan publik?

Apakah suatu institusi telah tercipta atau berkembang?
- Posisi apa yang dipegang oleh institusi ini dalam peta bidang garapnya?

Apakah hubungan Fellow dengan Ashoka “meningkatkan” kerjanya?
- Apakah Anda mengidentifikasi diri Anda sendiri sebagai seorang wirausahawan sosial?
- Aspek khusus apakah dalam hubunganmu dengan Ashoka yang meningkatkan pekerjaan Anda?

3. Pemilihan Waktu
Kajian Pengukuran Dampak menangkap momen suatu waktu. Ashoka berharap lintasan Fellow terus berkembang sebagaimana mereka mengembangkan strategi-strategi baru dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyebarkan ide mereka.

4. Informasi Kualitatif
Wawancara mendalam melengkapi survei dan menyediakan pemahaman mendasar bagi pekerjaan Fellow. Studi kasus yang dilakukan oleh staf Ashoka memperkenalkan beberapa kekayaan yang hilang karena respons kuantitatif serta jawaban pilihan berganda. Para pembaca belajar, contohnya, kelompok masyarakat mana yang telah mendapatkan dampaknya, perubaha sistem yang terjadi serta usulan strategi untuk penyebaran jangka panjang.

3. Batasan - Batasan
Metode Pengukuran Keefektifan yang digunakan Ashoka memiliki beberapa batasan.

• Melaporkan Diri Sendiri: Semua informasi yang dihadirkan disini dilaporkan secara langsung oleh Fellow sendiri. Fellow diajak untuk memberikan jawaban secara jujur serta secara eksplisit diterangkan bahwa kajian Pengukuran Keefektifan bukan untuk mengevaluasi keberhasilan mereka, tapi untuk mengevaluasi dampak Ashoka di bidang kewirausahaan sosial.

• Proses Internal: Staff Ashoka di seluruh dunia melakukan semua tahapan Pengukuran Keefektifan dari desain hingga analisis. Ashoka telah menjaga proses internal ini untuk mengurangi intensitas sumber daya dibandingkan dengan evaluasi eksternal serta juga untuk menjaga kajian ini tetap berada di perspektif khusus Ashoka tentang perubahan sosial

• Ketidakteraturan: Laporan ini meliputi data yang dikoleksi selama enam tahun di lebih dari 20 negara. Kuisonernya disempurnakan terus menerus selama bertahun-tahun tapi tidak pernah berubah secara fundamental. Penerjemahan tentunya menghasilkan beberapa distorsi. Pada umumnya fellow dihubungi serta menjawab melalui e-mail, namun sebagian menjawab pertanyaan survei lewat telfon atau secara pribadi.